Teknik Pematahan Benda Keras Merpati Putih

Bukan bermaksud menggurui tetapi sharing pengalaman dan materi yang telah diberikan senior pada kami tentang hal tersebut.

Ujian Stamina Tenaga, terutama Pematahan Benda Keras biasanya menjadi momok/ketakutan tersendiri bagi anggota terutama untuk rekan yang baru pertama kali melakukan misalnya Tingkat Dasar I, padahal pematahan benda keras dimaksudkan untuk menguji / membuktikan keberhasilan anggota dalam menjalani latihan terutama Power, dan bukannya bermaksud untuk membuat besar kepala/sombong jika berhasil melakukan pematahan Benda Keras tersebut. Jadi sekali lagi tujuan ujian Stamina dan tenaga adalah membuktikan keberhasilan latihan tata nafas dan teknik di Merpati Putih dan membuat pribadi anggota Merpati Putih lebih percaya diri tetapi tidak sombong/takabur.

Ada beberapa aspek keberhasilan pada pematahan benda keras :
  • Power/Tenaga
  • Teknik Pematahan
  • Mental
Kita coba jabarkan satu persatu aspek tersebut :
Power/Tenaga
Power di Merpati Putih diperoleh melalui tata nafas 14 bentuk pengolahan (dari duduk timpuh-push up) dan 5 bentuk pembinaan (bentuk garuda-listrik) ditambah penyaluran / pengerahan tenaga.
Terkadang anggota yang kurang dalam "jumlah target pengolahan" disamping "powernya" kurang juga kurang "percaya diri".

Yang perlu diperhatikan dalam latihan tata nafas :
  1. Bentuk
  2. Kekejangan
  3. Waktu Tahan Napas
  4. Jumlah Latihan
* Bentuk Tata Nafas di Merpati Putih :
14 bentuk tata nafas pengolahan bila tidak diberikan secara jelas dan benar terkadang selama latihan menjadi ragu/kurang yakin akan hasil yang dicapai. Dari bentuk sikap badan, gerakan, pola nafas, kerapatan kaki (misalnya), kesempurnaan bentuk, dan tingkat kesukaran perlu diperhatikan anggota dalam melatih tata nafas untuk mendapatkan hasil yang optimal.

* Kekejangan :
Biasanya kekejangan akan terasa bila sudah memakai beban dalam pengolahan, untuk dasar I karena tidak memakai beban, diukur dengan dipaksakan kekejangan sampai tangan mau bergetar, tetapi untuk pengolahan sebisa mungkin tangan jangan sampai bergetar jadi kekejangan mendekati bergetar/ditahan jangan sampai bergetar ditest dengan dipukul pakai sabuk/lidi bambu bila masih sakit berarti kekejangan belum maksimal

* Waktu Tahan Nafas
Untuk tahap awal latihan adalah 15 detik setelah beberapa latihan harus diusahakan diatas 21 detik menurut teori: mulai akan terbentuk ATP adalah setelah hitungan ke-21 detik, nafas habis mulai akan membentuk ATP, jadi tingkat keberhasilan dalam latihan pengolahan akan semakin tinggi bila anggota bisa tahan nafas (tentunya dengan kekejangan maksimal) diatas 21 detik.
Tips :
Untuk bisa menambah daya tahan tahan nafas usahakan ketika waktu awal senam sebelum latihan (senam peregangan,senam statik,dinamik dan stamina) usahakan dengan gerakan maksimal dan penuh dengan semangat, lama kelamaan akan menambah stamina dan daya tahan tubuh kita termasuk kapasitas vital volume paru-paru kita tentunya ditunjang dengan teknik-teknik stamina yang lain yang akan di berikan pelatih

* Jumlah Latihan Tata Nafas
Biasanya Pelatih mempunyai target dalam pemenuhan latihan, baik itu tata nafas maupun tata gerak misal (tergantung program dari pelatih) dalam 6 bulan latihan, 1 bulan = 4 minggu = 8x latihan bulan 1 pembentukan fisik bulan 2 bentuk nafas tata nafas mulai bulan 3 selang seling dengan tata gerak 4 bulan = 4 x 8x latihan = 32 x latihan/2 (gerak)= 16 x latihan seharusnya target ada latihan = 16 x latihan tata nafas mungkin ada juga pelatih yang berani mentargetkan kurang dari 16 x latihan tata nafas bila mementingkan aspek tata geraknya/gerak dirasa sulit oleh anggota dsb. 
Tips :
Jika latihan tata nafas kurang dari waktu yang di tentukan selama 6 bulan, bisa di bantu dengan memperbanyak teknik pematahan yang benar di luar latihan karena latihan  teknik pematahan benda keras juga penting dalam memperbesar keberhasilan pematahan benda keras

Teknik Pematahan
Dalam Pematahan Benda Keras juga penting dalam penguasaan teknik pematahan benda keras. Bila teknik yang dipakai salah paling ringan terjadi cedera memar salah-salah bisa mengakibatkan patah tulang/retak tulang. Yang perlu diperhatikan yang berhubungan dengan teknik pematahan benda keras :
  • Penguasaan teknik jenis pematahan benda keras
  • Pengetahuan jenis material yang akan dipatahkan
  • Pendekatan sasaran (D II ke atas)
  • Teknik Penyembuhan
Penguasan teknik jenis pematahan Benda keras

Dalam Pengolahan Tata Nafas Merpati Putih disamping menghasilkan power juga melatih otot-otot pada bagian-bagian tubuh sehingga dapat dibedakan latihan beban dengan aerob maupun an aerob. Latihan beban dengan aerob menghasilkan otot yang membesar seperti binaraga tetapi dalam latihan an aerob (Merpati Putih) otot menjadi liat sehingga untuk anggota putri jangan kawatir ototnya menjadi besar. Disamping itu juga dipersiapkan otot bagian luar yaitu dengan latihan pengerasan menggunakan lidi bambu karena yang bersentuhan langsung dengan material adalah otot bagian luar oleh karena itu sebenarnya wajib bagi anggota untuk mempunyai lidi bambu karena banyak manfaatnya juga untuk latihan sasaran/perkenaan sasaran. 

Jenis-jenis Pematahan benda keras:
  1. Sisi bawah (perkenaan di tengah otot sisi bawah tangan – digenggam tangan ototnya cembung)
  2. Sodokan (perkenaan otot dekat sisi bawah sebelah bawah)
  3. Tebangan & Tebasan (idem no.1)
  4. Punggung siku ( datar & kebawah )
  5. Keprukan – sabetan (otot lengan bawah)
  6. Ujung siku (otot lengan atas dekat siku)
  7. Tendangan samping, jlontrotan, cecakan (otot kura kaki)
  8. Paculan, sirkel atas (otot kaki bagian bawah sedikit diatas mata kaki)
  9. Kepala dengan memperbanyak kopstand-tumpuan dahi
Yang perlu diperhatikan untuk teknik :
  • Kuda-Kuda
  • Putaran Pinggang
  • Ayunan tangan/hentakan
  • Lihat Sasaran
 – Kuda-kuda
Disesuaikan dengan jenis sasaran, bila memakai pendekatan sasaran maka bentuk akhir membentuk kuda-kuda sebelum memukul sasaran. misalnya: untuk sisi bawah kanan biasanya kaki kiri persis disebelah kiri tonggak kiri/tangan kanan dipaskan ditengah-tengah material (tegak lurus) kuda-kuda lebar untuk putaran pinggang
– Putaran Pinggang
Putaran pingang dapat menambah speed / kecepatan ayunan tangan dan hentakan pukulan

– Ayunan Tangan
Tegak lurus material bisa kekecualian tebangan arahn lintasanya bisa  45 derajat dari tengah sasaran, biasanya ada pergeseran perkenaan sasaran setelah ayunan tangan untuk itu perlu berulang-ulang berlatih perkenaan sasaran dengan disertai ayunan pinggang, lambat – cepat
dengan sasaran lidi bambu

– Lihat sasaran
Sering dilupakan anggota (terutama dasar I)

Mental
Yang tak kalah penting dalam keberhasilan pematahan benda keras adalah faktor mental.
1. Mental Sebelum Pemukulan
2. Mental Setelah pemukulan

1. Mental sebelum Pemukulan
Berhubungan dengan keberanian kita dalam melakukan pemukulan benda keras, bila power kita maksimal didukung dengan teknik memadai tanpa andanya mental/keberanian mengurangi tingkat keberhasilan kita. Untuk itulah perlunya diadakan uji coba sebelum ujian sesungguhnya dilakukan, baik uji coba dalam latihan maupun uji coba resmi dari cabang. Biasanya anggota yang telah mencukupi masa latihan mempunyai mental/keberanian lebih baik daripada anggota yang jarang masuk latihan, biasannya kebijaksaan cabang dalam menentukan syarat kenaikan harus mencukupi 70% masa latihan. Terkadang juga keberanian down saat melihat material yang akan dipukul, bisa juga anggota yang mendapat giliran awal pemukulan tidak patah membuat down anggota berikutnya.

2. Mental Setelah Pemukulan
Bila material yang kita pukul tidak patah terkadang membuat kita rendah diri sebaliknya bila material yang kita pukul patah terkadang membuat kita sombong, padahal tujuan dari pematahan benda keras di Merpati Putih adalah untuk menguji keberhasilan selama latihan yang kita jalani maka diperlukannya bimbingan mental dari pelatih sebelum dan setelah pematahan benda keras.

Dari Ketiga aspek tsb (Power, Teknik dan Mental) ada beberapa hal yang bisa dikatakan kecil tapi dapat mengakibatkan kegagalan kita yaitu begadang saat sebelum pemukulan,minum/makananan yang pedas atau dingin akan menurunkan stamina kita.

Juga perlu diperhatikan yang harus dilakukan sebelum pemukulan :
- Ujian Stamina / Lari (+/-) 10 Km Diusahakan larinya konstan, tidak cepat dan tidak lambat nafas teratur, beberapa senior mengibaratkan seperti kita latihan nafas sebelum pemukulan (Kenapa kok sebelum pemukulan kita harus lari +/- 10 km dan kita masih kuat melakukan pemukulan benda keras ???)

- Pelemasan/peregangan sebentar setelah lari
- Mengetahui urutan pemukulan
- Melakukan Pembinaan (tingkat tertentu dapat ditambahi listrik pompa)
- Menguasai Arena pemukulan - urutan - letak
- Siap melakukan pemukulan

*** Selesai ****
Silahkan temen-temen melengkapi sesuai dengan pengalaman teman-teman

"Sumbangsihnya Tak Berharga Namun Keikhlasanku Nyata"

Semoga bermanfaat

Danang Karwanto
Kolat MP Universitas Islam Indonesia (MP UII)
Cabang Sleman
Pengda Yogyakarta 

Diambil dari Milis Merpati Putih di Yahoogroups 3 Februari 2001
https://groups.yahoo.com/neo/groups/MERPATIPUTIH/info

Insert Foto :
Mbak Atiek Udjianto - UKTNAS 2014



Top