[Mas Agung] Kebugaran Merpati Putih  


CERAMAH KEBUGARAN MERPATI PUTIH
Dalam rangka HUT Paguyuban AAL-10
14 Mei 2016

Terima kasih kepada bapak Tanto Koeswanto, yang sekaligus sebagai Pembina Kebugaran Merpati Putih kelompok latihan purnawirawan AAL-10, atas kesempatan yang telah diberikan kepada saya pada acara yang berbahagia ini.

Terima kasih juga kami sampaikan kepada panitia dan bapak ibu yang hadir pada kesempatan yang baik ini.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh.
“Robbisrohli sodri wayasirli amri wahlul ‘uqdatan millisani yafqohu qouli”
Kalimat yang bapak ibu dengar barusan adalah sebuah doa dari Al Quran, yang dipanjatkan oleh Nabi Musa. Doa ini sesungguhnya melandasi prinsip penyampaian informasi melalui komunikasi. Sebab dalam sebuah komunikasi ada banyak sekali penghalang, ada banyak sekali kekakuan pada lisan. Dan salah satu hambatan terbesar dari kekakuan lisan adalah pada aspek psikologis. Kita bisa lihat, ketika seseorang datang dari dunia yang berbeda, filosofi yang berbeda, ideologi yang berbeda, konsep dan ide yang berbeda, maka kecenderungan hambatan komunikasi itu ada disana. Oleh sebab itu saya berdoa kepada Allah, agar Allah berkenan melenyapkan hambatan komunikasi saat menyampaikan ceramah ini.
Topik yang akan saya bawakan adalah mengenai Bagaimana Latihan Kebugaran Merpati Putih Berpengaruh Pada Aspek Kesehatan Diri Secara Holistik.

Sepanjang peradaban dunia, manusia selalu berusaha untuk terus menerus meningkatkan kualitas kehidupannya dari waktu ke waktu. Berbagai pendekatan dilakukan agar kualitas hidup manusia senantiasa meningkat. Kualitas hidup yang dimaksud adalah Kesehatan. Dunia Timur dan Barat memiliki tujuan yang sama meski dengan pendekatan yang berbeda untuk mewujudkan ini. Teknologi Barat yang modern atau teknologi Timur yang tradisional pada hakekatnya saling melengkapi dan saling menguatkan. Tujuannya jelas, menjadikan manusia lebih berumur panjang.

Secara kodrati, barangsiapa yang dipanjangkan umurnya maka akan dikembalikan pada awal kejadiannya. Yang awalnya kuat, kemudian menjadi lemah. Yang awalnya tegak kemudian bungkuk, yang awalnya perkasa kemudian loyo, yang awalnya berpandangan tajam kemudian semakin lamur, telinga yang tajam mendengar kemudian berkurang kemampuannya, dan lain sebagainya. Inilah kondisi sebenarnya yang terjadi pada lansia.

Meski demikian, manusia diberikan potensi-potensi yang bisa dipergunakan yakni potensi pikir, potensi qolbu, dan potensi ragawi. Dengannya kita akan dapat memaksimalkan kondisi ini menjadi sebuah kondisi terbaik sesuai dengan masanya. Namun perbaikan ini baru bisa terjadi manakala diawali dengan niat kuat untuk mengubah jiwa yang ada pada diri kita terlebih dahulu. Sebab ketika setiap kali kita memperbaiki niat, maka keadaan diri kita akan terus menerus membaik.

Pada kesempatan kali ini, dengan penuh rasa bahagia dan terkait dengan upaya memperbaiki kondisi diri, saya ingin menyampaikan kepada bapak ibu sekalian bahwa di tempat ini telah berlangsung pelatihan Kebugaran Merpati Putih selama satu tahun berjalan dengan durasi dua kali setiap minggu yakni pada setiap hari Selasa pagi dan Jumat pagi.

Kebugaran Merpati Putih, merupakan sebuah pendekatan tradisional menuju sehat yang didalamnya berisi latihan-latihan olah pikir, olah roso, olah napas, dan olah gerak sedemikian rupa dengan menggunakan kaidah-kaidah tanah Jawa. Tujuannya jelas, yakni melakukan perbaikan diri lahir dan batin yang dengannya diharapkan kualitas hidup akan meningkat.

Perbaikan diri merupakan sesuatu yang harus dilakukan terus menerus sepanjang hidup dengan penuh semangat. Disinilah Kebugaran Merpati Putih dapat menjadi alternatif pendamping dalam membentuk semangat untuk memperbaiki diri kita melalui latihan-latihan tertentu dan menerapkan latihannya dalam kehidupan sehari-hari dalam rangka menghadapi permasalahan kesehatan yang terjadi.

Kebugaran Merpati Putih memiliki 4 karakteristik yakni Promotif, Kuratif, Preventif, dan Rehabilitatif.
Karakteristik Promotif maksudnya adalah terdapat serangkaian penjelasan teori dan landasan pelatihan bagaimana menuju sehat diri lahir dan batin dengan pendekatan Merpati Putih. Misalnya, sebelum latihan inti dimulai instruktur akan menjelaskan terlebih dahulu teorinya dan target apa yang akan dicapai pada latihan saat itu. Teori yang dijelaskan akan diambil berdasarkan kaidah-kaidah tanah Jawa dan diparalelkan dengan penjelasan kedokteran modern sehingga peserta diharapkan akan memahami apa dan bagaimana latihan yang dilakukannya. Semacam penyuluhan singkat mengenai teori dan kesesuaian dengan prakteknya.
Karakteristik Kuratif maksudnya adalah serangkaian latihan Merpati Putih yang ditujukan untuk penyembuhan penyakit, pengurangan penderitaan akibat penyakit, pengendalian penyakit, atau pengendalian kecacatan agar kualitas penderita dapat terjaga seoptimal mungkin. Misalnya, latihan untuk normalisasi diabetes, latihan untuk mencegah kepikunan, latihan senam otak, latihan untuk memperbaiki kualitas mata, latihan untuk memperbaiki kualitas tulang punggung, latihan untuk pencegahan stroke, latihan untuk menguatkan jantung, organ, dan lain sebagainya.
Karakteristik Preventif maksudnya adalah serangkaian latihan atau pemahaman Merpati Putih sedemikian rupa yang dengannya menyebabkan tidak terjadi atau dapat dicegahnya masalah-masalah kesehatan yang berbahaya atau fatal. Misalnya, setelah mempelajari konsep Betal Makmur maka peserta Kebugaran akan mampu memperbaiki pola pikirnya dalam mensikapi permasalahan hidup. Rupanya, istilah Betal Makmur dalam tradisional Jawa ternyata berkorelasi dengan konsep Regulatory Hormon dalam dunia modern. Apabila baik yang ada pada pikiran maka akan baik jugalah yang terjadi pada tubuh. Contoh lain, setelah mempelajari konsep Betal Mukarom yang berada pada qolbu atau hati maka peserta Kebugaran akan memiliki kemampuan untuk memutuskan dan memilih pilihan yang tepat dalam menyelesaikan permasalahan hidup yang ada. “Titis ing tindhak” atau tepat dalam tindakan. Rupanya, istilah Betal Mukarom yang dalam tradisional Jawa ternyata merupakan konsep ‘heart brain’ atau ‘otak jantung’ dalam dunia modern yakni serabut syaraf yang memiliki karakteristik seperti halnya otak di kepala namun berada di jantung. Ia memiliki potensi dan kemampuan untuk mempengaruhi sinyal-sinyal di seluruh tubuh termasuk yang mengalir menuju otak kepala.
Karakteristik Rehabilitatif maksudnya adalah serangkaian latihan untuk mengembalikan mantan penderita ke dalam masyarakat sehingga dapat berfungsi lagi sebagai anggota masyarakat yang berguna untuk dirinya, keluarganya, dan lingkungannya semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuan terbaiknya. Salah satu contohnya, setelah menjalani latihan Kebugaran secara periodik kemampuan organ vital peserta menjadi semakin pulih dan berfungsi sebagaimana mestinya dikarenakan aliran darah yang mengalir disana membaik dan lancar bahkan menguat. Dengan perbaikan ini fungsi kejantanan peserta menjadi terrehabilitasi.

Untuk mewujudkan kempat kondisi tersebut secara berkesinambungan maka disusunlah suatu metode pelatihan sedemikian rupa yang saat ini memiliki penekanan pada hal-hal sebagai berikut:
1) Aspek Gerak dan Olah Napas, meliputi perbaikan pada 11 sistem pada tubuh manusia yang dimulai dari latihan untuk perbaikan lima bagian pertama yakni Tulang Belakang, Organ, Sirkulasi Darah Merah dan Getah Bening, Persendian, serta Otak. Pada tulang belakang dilakukan suatu latihan khusus untuk memperbaiki daerah Cervical, Thoracical, Lumbar, Sacral, dan Coccyx. Dengan melatih keseluruh bagian tulang belakang sedemikian rupa maka akan mampu memperbaiki banyak sekali masalah kesehatan dan emosional pada peserta. Hal ini dikarenakan bahwa tulang belakang sebagai bagian dimana banyak syaraf-syaraf tubuh melekat kepadanya. Lumbar dan Cervical mendapat porsi yang sangat cukup pada setiap latihan dan dengan manfaat yang luar biasa. Hasilnya, mulai tidak terdengar lagi keluhan-keluhan seputar bahu yang pegal, kaki yang berasa kebas, kaku, atau berasa tidak nyaman. Lebih jauh lagi, latihan khusus untuk Lumbar dan Cervical ini akan mencegah dan memperbaiki masalah syaraf kejepit atau HNP. Latihan pada Lumbar dan Cervical juga sekaligus sebagai fisioterapi akan menguatkan dan melenturkan cincin Lumbar dan Cervical. Peserta menjadi tidak khawatir lagi manakala membungkuk mendadak pada suatu keadaan yang tiba-tiba.

Pada organ dalam, dilakukan latihan untuk memperbaiki kualitas 9 organ dalam tubuh meliputi paru-paru, jantung, pankreas, ginjal, lever, usus, lambung, kandung empedu, dan limpa. Perbaikan ini dimulai dari paru-paru sebagai organ respirasi yang dilatih melalui pola olah napas tertentu. Kemudian jantung sebagai pusat pemompaan darah dari dan ke seluruh tubuh. Latihan olah napas Merpati Putih akan meningkatkan suplai oksigen ke dalam darah dan keseluruh organ tubuh. Meningkatnya suplai oksigen dalam darah akan memperbaiki tidak kurang dari 200 masalah kesehatan seperti misalnya asma dan alergi. Darah mengalir lebih baik dan lebih kaya akan oksigen. Aliran darah yang lancar dan kaya oksigen akan menuju ke otak sehingga dapat mencegah dari masalah sumbatan-sumbatan pembuluh darah otak seperti Stroke dan Alzhaimer. Bahkan pada banyak penelitian mengenai kanker, proses rutin latihan fisik disertai olah napas selama 60 menit yang menghasilkan suplai oksigen yang kaya pada darah akan mencegah kanker dan mampu melemahkan kanker. Bentuk-bentuk gerakan olah napas yang dilakukan ada yang menekan lokasi-lokasi kelenjar penghasil hormon seperti misalnya Thymus di tengah dada, Tiroid di tenggorokan, Adrenal di ginjal, dan lain sebagainya. Dengan aktifnya kelenjar-kelenjar penghasil hormon ini akan menyebabkan tubuh bekerja secara optimal karena hormon terproduksi secara baik.

Pada sistem sirkulasi yakni sirkulasi darah merah dan sirkulasi getah bening, atau sirkulasi merah putih, dilakukan latihan untuk memperbaiki kualitas keduanya. Sirkulasi darah merah dilatih melalui olah napas seperti misalnya membuang, menahan, dan menarik napas dalam periode tertentu sambil melakukan pengejangan otot. Dengan cara seperti ini suhu tubuh dan metabolisme akan meningkat secara sengaja. Peningkatan 1% suhu tubuh akan meningkatkan 300-500% imunitas. Sementara untuk sirkulasi getah bening dilakukan melalui latihan gerak sedemikian rupa pada lokasi-lokasi konsentrasi kelenjar getah bening yang ada di tubuh seperti misalnya leher, ketiak, dan paha dalam. Kelenjar getah bening wajib dilatih pada usia lansia mengingat ia sebagai motor penggerak terbentuknya daya imunitas tinggi pada tubuh, penghasil sel anti kanker, anti virus, anti mikroba, dan anti bakteri. Kelenjar getah bening sekaligus juga berfungsi sebagai sarana pertahanan tubuh tingkat pertama dari berbagai penyakit yang akan berusaha masuk ke dalam tubuh kita.

Pada sistem persendian, Kebugaran Merpati Putih menyediakan latihan-latihan untuk melakukan pelenturan dan penguatan persendian tubuh melalui bentuk postur-postur tertentu. Dimulai dari pergelangan kaki, lutut, hip joint, sendi lengan, sikut, dan pergelangan tangan. Pada usia lansia, umumnya terjadi masalah pada bantalan yang menopang persendian yakni menipisnya bantalan tersebut. Namun melalui latihan tertentu yang rutin, ditambah dengan asupan nutrisi yang baik maka hal itu dapat dicegah atau diperbaiki.

Pada sistem otot, diberikan latihan-latihan kelenturan sedemikian rupa agar otot tubuh bergerak sebagian atau seluruhnya. Membaiknya kelenturan otot merupakan salah satu tolok ukur lancarnya aliran energi pada tubuh. Pada usia lansia, kelenturan otot tetap harus dilatih dalam batas-batas wajar namun secara rutin. Gerakan-gerakan bersifat ringan namun memiliki manfaat yang besar. Memang mula-mula akan terasa sedikit pegal, namun perlahan akan membaik seiring rutinitas latihan yang dijalaninya. Latihan otot juga membentuk apa yang disebut dengan Lactate Treshold, yakni kemampuan beradaptasi pada kadar asam laktat sehingga otot mampu memulihkan dirinya dengan cepat. Manakala tubuh sudah mampu beradaptasi dengan baik, dengan sendirinya kondisi kaku dan kram akan menghilang secara dominan. Senam mata juga diberikan agar otot-otot mata bergerak dan menghasilkan perbaikan pada kualitas mata.

2) Aspek Non Fisik, meliputi latihan membentuk keyakinan yang didasarkan pada aspek niat, dan imajinasi. Ini adalah jenis latihan batiniah namun dapat berpengaruh pada aspek lahiriah. Aktifnya suatu imajinasi yang disengaja akan mengaktifkan banyak simpul-simpul syaraf pada otak. Syaraf otak akan bekerja dan saling menguatkan. Efeknya adalah terjadinya penurunan pada kondisi pikun. Masalah-masalah yang berhubungan dengan otak seperti misalnya stroke, pikun, alzheimer, insya Allah akan bisa dicegah. Aktifnya syaraf-syaraf otak juga akan memudahkan dalam bereaksi dengan bagian kelenjar hormon yang berfungsi sebagai Regulatory Hormon melalui Hipothalamus, Pituari, dan Adrenal. Hati atau Qolbu dilatih secara khusus untuk memunculkan dan mengenali rasa tertentu secara sengaja, khususnya rasa bahagia, rasa menerima, dan rasa memaafkan secara jujur. Lebih jauh lagi, secara hormonal, manakala seseorang berlatih dengan berada dalam kondisi bahagia yang jujur maka otaknya akan memproduksi hormon beta-endorphine yang bersifat obat bagi banyak penyakit. Hormon ini 6x lebih baik dari obat terbaik yang ada saat ini. Sebaliknya, manakala pikiran dan imajinasi yang dibentuknya bersifat destruktif seperti misalnya depresi maka otak akan memproduksi hormon nor-endorhpine yang merupakan racun terkuat kedua setelah bisa ular. Untuk apa sebenarnya pada otak dihasilkan hormon bahagia yang merupakan obat 6x lebih baik dan hormon depresi yang hanya berada pada urutan kedua setelah bisa ular? Hal ini sebenarnya memberitahu kita untuk selalu hiduplah dengan pikiran bahagia karena itu lebih bermanfaat bagi manusia.

Qolbu dilatih melalui pembentukan niat baik yang mendasari semua aktivitas. Setiap tahapan-tahapan latihan olah napas mesti menyertakan niat baik dalam pelaksanaannya. Kemudian niat ini dirasakan benar dan dinikmati rasanya pada tubuh. Rasa syukur juga dilatih karena rasa jenis ini akan mampu melipatgandakan semua kebaikan-kebaikan yang dilakukan. Rasa tenang selalu dijaga sedemikian rupa sebab ketenangan akan menurunkan tekanan darah dan mencegah hipertensi. Dengan memperbanyak rasa syukur maka akan menormalkan detak jantung dari tekanan-tekanan tinggi seperti misalnya berita yang mengejutkan atau rasa gembira yang terlalu berlebih.

Hal-hal yang muncul sebagai olah imajinasi melalui otak kepala dan olah rasa melalui qolbu mendapat porsi yang sama banyaknya dengan olah gerak dan olah napas pada pelatihan Kebugaran Merpati Putih ini.

3) Aspek Nutrisi, meliputi perbaikan pola makan. Setiap selesai melakukan aktivitas latihan, selalu disiapkan paling tidak dua hingga tiga macam buah-buahan yang siap santap termasuk juga satu atau dua jenis umbi-umbian yang dikukus sebagai pelengkap serat dan protein. Buah-buahan yang disantap ini merupakan jenis yang akan membentuk basa atau alkali. Tubuh manusia pada dasarnya bersifat sedikit basa dengan derajat pH antara 7 hingga 7,5. Pada pH ini tubuh dikatakan sehat. Namun manakala derajat pH tubuh menurun hingga kurang dari 7 maka akan menyebabkan banyak masalah. Umumnya, apabila tidak dijaga pola makan, pola pikir, dan pola istirahat, maka dalam beberapa hari tubuh manusia akan bersifat semakin asam. Kanker, adalah salah satu masalah yang timbul akibat dari tubuh yang bersifat terlalu asam. Maka dari itu kita perlu menjaga tubuh agar kembali bersifat basa dengan cara mengkonsumsi minuman atau makanan pembentuk basa. Makanan yang sehat dan pembentuk basa adalah buah-buahan segar. Inilah yang selalu dilakukan oleh kelompok latihan Kebugaran Purnawirawan seminggu dua kali. Akan menjadi ideal manakala minumannya juga minuman yang memiliki pH diatas 8. Ada beberapa minuman yang memiliki pH diatas 8 yakni Kangen Water (pH mulai dari 8,5 hingga diatas 10). Maka bagi lansia disarankan untuk mengkonsumsi minuman ini dua atau tiga hari sekali. Saya mendengar kalau Paguyuban AAL-10 telah memiliki alat Kangen Water dengan kualitas baik. Maka tidak ada salahnya agar dimanfaatkan dalam rangka perbaikan kualitas kesehatan. Dan alhamdulillah, peserta Kebugaran Merpati Putih sudah mulai mengkonsumsi air alkali tersebut.

Ketiga aspek yang saya jelaskan sebelumnya, benar-benar dijalani semaksimal mungkin pada pelatihan Kebugaran Merpati Putih sehingga didapatkan hasil yang holistik, menyeluruh, sebagaimana tubuh manusia yang terdiri dari jiwa dan raga.

Demikianlah ceramah singkat kali ini. Semoga apa yang saya sampaikan dapat bermanfaat bagi bapak ibu sekalian dalam rangka menumbuhkan kesadaran untuk mulai bergerak, mulai membentuk komunitas untuk bergerak bersama dengan Kebugaran Merpati Putih menuju sehat, bugar, dan manfaat.
Sebelum saya akhiri saya akan mengutip Al Quran pada surat Fatir ayat 37 yang artinya, “Bukankah Kami telah memanjangkan umurmu? Untuk dapat berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang padamu seorang pemberi peringatan?”

Terima kasih atas waktu dan kesempatan yang telah diberikan. Semoga bapak ibu dan keluarga senantiasa diberikan Allah kesehatan, diberikan Allah taufik dan hidayah untuk dapat mengambil petunjuk dan menjadi sebaik-baiknya manusia yakni manusia yang bermanfaat bagi yang lain. Mohon maaf apabila ada kesalahan kata yang saya buat.

Wabillahitaufik wal hidayah wassalamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh.

(Disusun oleh: Mas Agung (tingkat Khusus 1) untuk Kebugaran Merpati Putih Purnawirawan AAL-10)
* Dicopy di website ini atas seijin  Mas Agung